mencari dan memberi yang terbaik


Date: Feb 17th, 2008 5:03:14 pm – Subscribe
Mood: eccentric

Kota Pekanbaru adalah salah satu Daerah Tingkat II sekaligus merupakan ibukota dari Provinsi Riau. Pekanbaru mempunyai Pelabuhan Pelita Pantai dan Pelabuhan Laut Sungai Duku dan Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Pekanbaru menurut www.datastatistik-indonesia.com, telah berpenduduk sebesar 717 ribu jiwa. Walau bagaimanapun, PDRBnya adalah yang tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Padahal, secara populasi, Pekanbaru hanya berada di peringkat kelima di Sumatera (setelah Medan, Palembang, Padang, dan Bandarlampung). Banyak pihak menduga, PDRB Kota Pekanbaru didongkrak oleh sektor migas, namun hal tersebut telah dibuktikan tidak benar adanya. Berdasarkan situs www.datastatistik-indonesia.com . PDRB Pekanbaru bergantung pada sektor non-migas. Itu berarti, kota Pekanbaru telah berkembang menjadi suatu pusat bisnis, yang bahkan lebih kuat dari Palembang atau Padang (walaupun populasi kedua kota tersebut lebih besar).

Banyak pihak mempercayai, perkembangan Pekanbaru yang sedemikian pesat, dikarenakan perkembangan sektor properti, konsumsi, dan perbankan. Hal ini dapat dibuktikan dengan pembangunan mal-mal baru seperti Mal Pekanbaru (2003), Mal Ciputra Seraya (2004), dan MalSKA (2005). Belum lagi dengan maraknya dibangun hotel-hotel baru seperti Hotel Grand Jatra (bintang 4) pada tahun 2003, Hotel Ibis (bintang 3) pada tahun 2004, Hotel Quality (bintang 4) pada tahun 2006, Hotel Aston (bintang 3) pada tahun 2007 dan lain-lain.

Catatan lain yang paling mengesankan dari Pekanbaru adalah predikat kota besar terbersih versi ADIPURA 2007. Bukan itu saja, bahkan Jalan Jendral Sudirman pun dianugrahi sebagai Jalan Protokol Terbersih untuk kategori kota besar. Pasar Bawah pun dianugrahi sebagai pasar tradisional terbersih untuk kategori kota besar.

June 18th, 2010 at 2:59 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Pulau Abang terkenal dengan sebutan ‘Bunaken’-nya Pulau Batam yang terletak di Provinsi Kep. Riau.

Pulau Abang. Foto: wikipedia.org

Pulau Abang adalah sebuah pulau kecil yang berada di sebelah selatan kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.000 x 5.000 m, dan berjarak lebih kurang 50 km dari daerah Muka-kuning pulau Batam.

Pulau Abang merupakan tempat wisata laut yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kota Batam dan akan dijadikan salah satu daya tarik program Visit Batam 2010.

Selain pantainya yang indah dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias berwarna-warni dan yang dianggap setara dengan pantai Bunaken di wilayah Indonesia bagian barat.

Wilayah laut di sekitar Pulau Abang dan pulau Petung banyak dikunjungi oleh para penggemar memancing ikan. Jenis ikan yang didapat antara lain adalah ikan selar, lencing, pasir merah, kakap merah, pinang, ikan buntal, dan lain-lain.

Pulau Abang ini dapat dituju dengan menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong dari jembatan 6 Barelang (kurang lebih 12 km dari sini).

June 18th, 2010 at 2:54 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Sunday, June 13, 2010 at 4:04pm

Ayah..!!, kata mereka kau penjahat
Padahal sebenarnya kau bukan penjahat,
Ayah..!!, mengapa mereka jauhkan aku darimu
Mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan,
Untuk menciumku walau hanya sekali,
atau mengusap air mata Ibu.

Ibu..!!, aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi,
Apakah Palestina tidak berhak diberi pengorbanan..??
Setiap hari aku bertanya pada matahari.
Ibu..!!, apakah Ayah akan kembali pada suatu hari..??,
Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari Qiyamat,
Atau dia akan mengusap air mata Ibu yang terus menetes setiap hari..??

Wahai Ayah..!!, dimanakah engkau..??
Ooh…bayi – bayi yang dijajah,
Kini telah datang hari raya baru setelah hari raya tahun lalu,
Dan bayi baru pun terlahir sesudah bayi yang itu,
Dan para Syuhada beruguran setelah gugurnya Syahid yang lalu,
Sedang Ayah masih disembunyikan dibalik jeruji besi,
Dalam sel mengerikan yang tidak layak dihuni manusia,

Mana hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara besi itu..??,
Malulah kalian….Malulah kalian…Malulah kalian….
Aku ingin Ayah pulang….
Aku ingin Ayah pulang….

:-( :-(

June 18th, 2010 at 2:52 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Monday, June 7, 2010 at 5:18pm
Seorang pemuda berhenti di toko bunga untuk membeli seikat bunga yang akan dia paketkan pada sang Ibu yang tinggal sejauh 150 km darinya. Begitu keluar dari mobil, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil itu,”Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk Ibu saya. Tapi saya hanya punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”

Pria itu tersenyum dan berkata,”Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian dia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke Ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, Katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat Ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bungannya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal itu, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas ia kembali ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km manuju rumah Ibunya.

June 18th, 2010 at 2:46 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

01 Juni 2010 | 11:06 wib | Nasional

1.000 Tanda Tangan Dukung Palestina


Bandung, CyberNews.
Pembantaian terhadap aktivis kemanusiaan itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan juga pelanggaran HAM berat. Selain menyerang dari luar kapal, militer Israel juga menyerbu ke dalam kapal dan menembaki aktivis.

Demikian diungkapkan Andriana, koordinator aksi pengumpulan tanda tangan di Bandung. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina berunjukrasa di depan pintu gerbang Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung. Mereka mengutuk tindakan biadab Israel yang menyerang rombongan kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara untuk Palestina.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam peraturan hukum internasional, jurnalis, petugas medis dan bantuan kemanusiaan tidak boleh menjadi sasaran penyerangan. Namun Israel membabibuta melanggar semua peraturan internasional yang berlaku,” kata Andriana kepada wartawan di sela aksi, Selasa (1/6).

Untuk itu, kata Andriana, pihaknya menuntut ketegasan PBB mengadili Israel dalam pengadilan Mahkamah Internasional serta memberikan sanksi seberat-beratnya.

“Kami juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan juga pasukan bantuan ke Palestina,” tandas Andriana.

Aksi tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan gerbang Gedung Sate. Selain berorasi, massa tampak membawa spanduk putih berisi tanda tangan solidaritas mahasiswa untuk Palestina. Rencananya, dalam 4 hari ke depan, spanduk berisi tanda tangan ini akan disampaikan ke Deplu, Amerika, Mesir, dan Palestina.

( OKZ /CN12 )

June 18th, 2010 at 2:35 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Soal Pertukaran Virus Masih Diperjuangkan
Selasa, 23 Februari 2010 | 09:24 WIB

Padang, Kompas – Indonesia masih perlu memperjuangkan soal-soal mendasar dalam pertukaran virus dengan negara-negara maju. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Senin (22/2), mengatakan, hingga saat ini masih ada jurang perbedaan antara negara maju dan berkembang.

Menurut Endang, persoalan pertama adalah belum adanya kepastian soal keuntungan apa yang akan diperoleh negara-negara berkembang, terutama Indonesia, jika menyerahkan virus-virus untuk dibagi. Persoalan kedua ialah belum disepakatinya soal hak atas kekayaan intelektual atas virus-virus yang berasal dari Indonesia.

”Mereka (negara-negara maju) menganggap yang bisa dipatenkan hanya teknologi dan virus tidak bisa. Tetapi, menurut kita, (virus) termasuk keanekaragaman hayati (yang bisa dipatenkan),” ujar Endang, seusai meresmikan program pemagangan dokter Indonesia di Aula Gubernuran Provinsi Sumatera Barat.

Kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk memperjuangkan itu adalah pada sidang ke-127 Executive Board (EB) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan dilangsungkan Mei 2010, seiring dengan berakhirnya masa tugas Indonesia di badan eksekutif itu. Sebelumnya, pada sidang ke-126 EB WHO di Geneva, Swiss, 18-23 Januari 2010, Indonesia juga memperjuangkan soal resolusi World Health Assembly (WHA) 60.28 (”Pandemic Influenza Preparedness: Sharing of Influenza Viruses and Access to Vaccines and Other Benefits”).

Endang menambahkan, sebelum sidang EB WHO, pertemuan awal akan dilakukan dengan sejumlah negara pada 10-12 Mei 2010 dengan agenda pembahasan mengenai hal-hal penting soal pertukaran virus antarnegara yang penyelesaian kesepakatannya belum menyeluruh. Ia menambahkan, sejauh ini suara sejumlah negara berkembang, seperti India dan Banglades, dalam isu ini masih sama.

Adapun EB WHO adalah lembaga beranggotakan 34 negara yang dipilih WHA untuk masa tugas tiga tahun. Tugasnya, yaitu memberikan masukan untuk kebijakan-kebijakan WHA.

Endang mengatakan, masa keanggotaan Indonesia di EB WHO yang habis Mei 2010 bukan masalah bagi negara-negara berkembang dan kepentingan Indonesia. ”Akan selalu ada perwakilan dari tiap region,” katanya.

Pada sidang ke-126 EB WHO, Januari lalu, Indonesia mengajukan rancangan resolusi soal pengelolaan limbah berbahaya, ”The Improvement of Health through Safe and Environmentally Sound Waste Management”, yang sudah diterima. Selain itu, ada pula rancangan resolusi soal viral hepatitis, yang dipastikan juga diterima pengajuannya.

Ia belum bisa mengevaluasi hasil keanggotaan Indonesia di EB WHO karena dia kurang dari satu tahun terakhir baru aktif. ”Tetapi, saya lihat Indonesia sangat aktif,” kata Endang. (INK)

June 16th, 2010 at 3:22 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink